browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Metode Burns, masihkah relevan untuk Perhutani?

Posted by on December 29, 2011

Tiryana, T. 2011. Metode Burns, masihkah relevan untuk Perhutani? Duta Rimba No. 40-Th.6/Des 2011. (in Bahasa Indonesia)

Akhir-akhir ini wacana tentang metode pengaturan hutan (forest regulation) di Perhutani semakin mengemuka. Banyak pihak yang menganggap bahwa metode Burns, yang mendasari lahirnya SK 143/Kpts/Dj/I/1974 tentang Peraturan inventarisasi dan penyusunan RPKH kelas perusahaan jati, kurang layak dipakai untuk pengaturan hutan pada kondisi saat ini. Hasil penilaian Smartwood (2000) di KPH Kebonharjo turut memperkuat anggapan tersebut. Namun demikian, belum banyak pihak yang membahas mengapa metode tersebut kurang layak diterapkan. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai metode Burns dengan mengungkap asal-usulnya, menganalisis kelemahannya, serta memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan metode pengaturan hutan di Perhutani.

=> Artikel selengkapnya (only in Bahasa Indonesia): PDF-1 (high quality, 3.16 MB) atau PDF-2 (low quality, 908 KB)

Comments are closed.